Tiga perempuan, NH (31), NHC (27), dan UN (29), melaporkan Klinik Kecantikan DBC di Jakarta Timur ke Polda Metro Jaya atas dugaan malpraktik. Kuasa hukum korban, Andreas Hari Susanto Marbun, menyatakan laporan tersebut telah teregister dengan nomor STTLP/B/3196/V/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA. Selain klinik, dokter yang menangani (SFT) dan seorang marketing (RP atau B) juga dilaporkan.
Ketiga perempuan tersebut menjalani operasi rhinoplasty atau operasi hidung di klinik tersebut. Namun, mereka mengalami komplikasi serius pasca operasi.
Komplikasi Serius Pasca Operasi Hidung
Salah satu korban menjalani operasi pada Januari 2023. Setelah operasi, ia mengalami hidung bengkok, muncul benjolan merah yang bernanah dan mengeluarkan cairan nanah dan darah.
Kondisi ini mengakibatkan infeksi. Korban lainnya yang menjalani operasi pada Desember 2022 juga mengalami pendarahan selama hampir tujuh hari berturut-turut.
Menurut keterangan pihak klinik, pendarahan tersebut dianggap hal biasa. Namun, kondisi korban sangat memprihatinkan.
Konsultasi Dokter Spesialis dan Hasilnya
Ketiga korban telah berkonsultasi dengan dokter spesialis kecantikan dan dokter kulit. Hasil konsultasi menunjukkan adanya ketidaksesuaian jahitan pasca operasi.
Mereka menjalani operasi ulang sebanyak dua kali, namun tanpa hasil signifikan. Kondisi hidung mereka tetap tidak membaik.
Kerugian Materiil dan Fisik
Korban mengalami kerugian materiil dan fisik. Kuasa hukum meminta penyidik untuk menyelidiki perizinan klinik dan legalitas dokter yang menangani.
Kerugian fisik yang dialami korban bersifat permanen. Pihak korban berharap adanya tindakan lebih lanjut untuk memperbaiki kondisi kesehatan mereka.
Andreas menekankan harapan agar korban mendapatkan keadilan atas kerugian materiil dan fisik yang dideritanya. Kasus ini menjadi sorotan penting terkait pentingnya pengawasan dan regulasi yang ketat dalam industri klinik kecantikan. Perlu adanya jaminan keamanan dan keselamatan bagi pasien yang menjalani prosedur medis di klinik kecantikan. Semoga kasus ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak terkait.





