Investigasi MH17: Rusia Dinyatakan Bersalah Atas Tragedi Penerbangan

Redaksi

Investigasi MH17: Rusia Dinyatakan Bersalah Atas Tragedi Penerbangan
Sumber: Detik.com

Dewan penerbangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) telah menetapkan Rusia bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di wilayah udara Ukraina pada tahun 2014. Tragedi ini menewaskan seluruh 298 penumpang dan awak pesawat.

Keputusan ini diumumkan pada Senin, 12 Mei 2025, menyusul pengajuan kasus oleh Australia dan Belanda pada tahun 2022. Di antara korban, terdapat 196 warga negara Belanda dan 28 warga negara Australia.

Pernyataan Resmi ICAO Mengenai Jatuhnya MH17

ICAO menyatakan klaim Australia dan Belanda beralasan secara fakta dan hukum. Dalam pernyataannya, ICAO secara tegas menyebut Rusia gagal memenuhi kewajibannya berdasarkan hukum udara internasional.

Keputusan ini merupakan yang pertama kalinya dalam sejarah ICAO menyelesaikan perselisihan antar negara anggota. Meskipun ICAO tidak memiliki wewenang penegakan hukum langsung, standar penerbangan global yang ditetapkan lembaga ini diikuti luas oleh negara-negara anggotanya.

Menteri Luar Negeri Belanda, Caspar Veldkamp, menyebut keputusan ini sebagai langkah penting dalam mengungkap kebenaran dan menegakkan keadilan. Keputusan ini mengirimkan pesan tegas tentang konsekuensi pelanggaran hukum internasional.

Senada dengan Veldkamp, Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, menyambut baik keputusan tersebut. Australia mendesak Rusia untuk mengakui tanggung jawab dan memberikan reparasi sesuai hukum internasional.

Belanda dan Australia berharap ICAO memerintahkan Rusia untuk berunding mengenai kemungkinan reparasi.

Tanggapan Rusia terhadap Keputusan ICAO

Pemerintah Rusia menolak keputusan ICAO dan menganggapnya tidak adil. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan Rusia tidak terlibat dalam penyelidikan insiden tersebut.

Rusia konsisten membantah keterlibatannya dalam jatuhnya MH17. Mereka menganggap kesimpulan ICAO sebagai sesuatu yang bias.

Kronologi Jatuhnya Pesawat MH17

Penerbangan MH17 milik Malaysia Airlines, yang terbang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur pada 17 Juli 2014, ditembak jatuh di wilayah timur Ukraina.

Insiden ini terjadi di tengah konflik antara kelompok separatis yang didukung Rusia dan pasukan militer Ukraina. Pesawat tersebut ditembak menggunakan rudal darat-ke-udara BUK buatan Rusia.

Tragedi ini menewaskan seluruh 298 orang di dalam pesawat. Sebagian besar korban merupakan warga negara Belanda (dua pertiga), diikuti Australia (28 orang), dan Malaysia (30 orang).

Pada tahun 2023, delapan tahun setelah tragedi tersebut, pengadilan Belanda memutuskan secara in absentia dua warga Rusia dan satu warga Ukraina bersalah atas pembunuhan terkait peran mereka dalam serangan ini.

Pemerintah Rusia menolak mengekstradisi warganya dan menyebut keputusan pengadilan tersebut memalukan.

Keputusan ICAO ini memberikan resolusi penting bagi keluarga korban MH17 yang telah berjuang selama bertahun-tahun untuk mendapatkan keadilan. Meskipun keputusan ini tidak secara langsung memaksa Rusia untuk bertanggung jawab secara hukum, tetapi ini merupakan langkah signifikan dalam proses pertanggungjawaban internasional atas tragedi yang mengerikan ini. Ke depannya, perlu dilihat bagaimana Rusia akan merespon tekanan internasional setelah putusan ini.

Diadaptasi oleh Fika Ramadhani

Editor: Yuniman Farid

Also Read

Tags

Leave a Comment