Seorang warga Pasaman Barat, Sumatera Barat, bernama Depi Parizi, menjadi korban serangan buaya. Kejadian tragis ini terjadi saat korban menyeberangi kanal.
Insiden tersebut mengakibatkan Depi Parizi meninggal dunia. Kehilangan ini tentu menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
Kronologi Kejadian
Depi Parizi menyeberangi kanal bersama seorang temannya. Saat berada di tengah kanal, seekor buaya tiba-tiba muncul dan menyerangnya.
Teman korban berusaha menyelamatkan Depi Parizi dengan menarik tangannya. Namun, usaha tersebut gagal dan buaya berhasil membawa korban.
Proses Pencarian dan Penemuan Jenazah
Setelah seharian hilang, pencarian intensif dilakukan untuk menemukan Depi Parizi. Tim SAR Pasaman mengerahkan berbagai peralatan dalam upaya pencarian.
Jenazah Depi Parizi akhirnya ditemukan pada Rabu, 14 Mei 2025, sekitar 200 meter dari lokasi kejadian. Metode penyisiran sungai menggunakan LCR dan aqua eye terbukti efektif dalam penemuan ini.
Evakuasi dan Penyerahan Jenazah
Jenazah Depi Parizi dievakuasi ke Puskesmas Ujung Gading, Pasaman Barat. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati dan penuh penghormatan.
Setelah proses evakuasi, jenazah Depi Parizi akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.
Pentingnya Kewaspadaan Terhadap Ancaman Buaya
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap keberadaan buaya di sekitar perairan. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan waspada.
Hindari menyeberangi perairan yang berpotensi menjadi habitat buaya sendirian. Selalu berjaga-jaga dan waspada terhadap lingkungan sekitar saat berada di dekat perairan.
Kematian Depi Parizi akibat serangan buaya merupakan tragedi yang menyedihkan. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk lebih waspada dan menghormati habitat satwa liar.
Pihak berwenang diharapkan dapat meningkatkan upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya buaya dan langkah-langkah pencegahan untuk menghindari insiden serupa di masa mendatang.





