Kapel Sistina Berasap Hitam: Paus Baru Belum Terpilih?

Redaksi

Kapel Sistina Berasap Hitam: Paus Baru Belum Terpilih?
Sumber: Detik.com

Asap hitam mengepul dari cerobong Kapel Sistina di Roma, menandai kegagalan pemilihan Paus baru dalam putaran suara hari ini. Puluhan ribu orang telah berkumpul di Lapangan Santo Petrus, menantikan pengumuman hasil konklaf. Ketidakpastian ini menambah ketegangan setelah kematian Paus Fransiskus pada 21 April lalu.

Proses pemilihan Paus yang berlangsung di Kapel Sistina melibatkan 133 kardinal dari seluruh dunia. Mereka berkumpul untuk memilih pemimpin baru bagi lebih dari 1,4 miliar umat Katolik global.

Konklaf Kepausan: Proses Pemilihan yang Sakral dan Rahasia

Para kardinal memasuki Kapel Sistina sekitar pukul 12.00 waktu setempat. Proses pemilihan dilakukan secara rahasia, dengan para kardinal memberikan suara secara individual.

Setelah proses pemungutan suara, surat suara dibakar dalam tungku khusus. Warna asap yang keluar dari cerobong Kapel Sistina menjadi penanda hasil pemilihan.

Asap hitam menunjukkan belum ada Paus yang terpilih. Sebaliknya, asap putih menandakan terpilihnya Paus baru.

Asap Hitam: Menanti Pemimpin Baru Gereja Katolik

Munculnya asap hitam kali ini menunjukkan bahwa belum ada kesepakatan yang tercapai di antara para kardinal. Proses pemilihan akan berlanjut hingga salah satu kardinal memperoleh mayoritas dua pertiga suara.

Para kardinal akan kembali ke tempat penginapan mereka di wisma tamu Santa Marta untuk beristirahat dan mempersiapkan putaran suara selanjutnya. Mereka akan kembali ke Kapel Sistina untuk melanjutkan proses pemilihan.

Kehadiran para kardinal dari sekitar 70 negara menjadikan konklaf kali ini sebagai konklaf terbesar sepanjang sejarah Gereja Katolik. Banyak dari mereka yang baru pertama kali bertemu dalam kesempatan ini.

Harapan dan Doa Umat Katolik Sedunia

Umat Katolik di seluruh dunia menantikan pemimpin baru Gereja. Doa dan harapan mereka menyertai para kardinal dalam menjalankan tugas suci ini. Proses pemilihan Paus merupakan momen penting bagi umat Katolik.

Mereka berharap Paus baru dapat melanjutkan karya Paus Fransiskus dan memimpin Gereja Katolik menghadapi tantangan zaman modern. Umat Katolik menantikan arahan spiritual dan kepemimpinan yang bijaksana dari pemimpin baru mereka.

Proses pemilihan ini diiringi dengan penuh harap dan doa dari umat Katolik di seluruh dunia yang menantikan pemimpin baru bagi Gereja Katolik. Konklaf ini menandai babak baru dalam sejarah Gereja Katolik. Kepemimpinan baru yang dipilih diharapkan dapat membawa Gereja Katolik ke arah yang lebih baik.

Kehadiran asap hitam untuk sementara waktu menunda pengumuman pemimpin Gereja Katolik selanjutnya. Namun proses pemilihan akan terus berlanjut hingga terpilihnya seorang Paus baru yang akan memimpin dan membimbing umat Katolik seluruh dunia.

Also Read

Tags

Leave a Comment