Kuasa hukum Oriental Circus Indonesia (OCI) dan PT Taman Safari Indonesia (TSI) bertemu di Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM). Mereka berupaya menyelesaikan kasus dugaan eksploitasi terhadap mantan pemain sirkus OCI melalui jalur kekeluargaan.
Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM KemenHAM, Munafrizal Manan, menyatakan pertemuan tersebut bertujuan untuk klarifikasi atas laporan dan pemberitaan yang belum jelas.
Upaya Penyelesaian Kekeluargaan Kasus Eks Pemain Sirkus OCI
Hamdan Zoelva, kuasa hukum OCI, menyatakan apresiasinya terhadap upaya penyelesaian damai. Ia berharap kasus ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
Pertemuan membahas sejumlah uang yang disiapkan untuk para mantan pemain sirkus, serta asal-usul mereka. Kementerian HAM mendukung penyelesaian kekeluargaan dan meminta data mengenai asal-usul para mantan pemain.
Peran PT Taman Safari Indonesia (TSI) dalam Kasus Ini
Bambang Widjojanto, kuasa hukum TSI, juga mendorong penyelesaian kekeluargaan. Hal ini karena TSI selama ini sering dikaitkan dengan kasus tersebut.
Penyelesaian kekeluargaan dianggap penting untuk menyelesaikan seluruh kasus. Kemungkinan pra-mediasi akan dilakukan, yang dikoordinasikan oleh Kementerian HAM.
Rekomendasi KemenHAM dan Opsi Penyelesaian
Sebelumnya, KemenHAM memberikan beberapa rekomendasi terkait dugaan pelanggaran hukum dan HAM. Salah satunya adalah penelusuran Komnas HAM atas dugaan pelanggaran HAM berat di masa lalu.
KemenHAM menawarkan beberapa opsi penyelesaian, termasuk restorative justice dan mediasi. KemenHAM bersedia menjadi pihak ketiga dalam proses mediasi.
Selain itu, KemenHAM juga menyarankan adanya regulasi untuk mengatur tata kelola bisnis hiburan, khususnya sirkus, guna mencegah kasus serupa di masa mendatang.
Kementerian HAM juga menekankan pentingnya menyelidiki apakah entitas korporasi dapat dimintai pertanggungjawaban atas kasus ini. Semua pihak berharap kasus ini dapat segera menemukan titik terang dan memberikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
Proses mediasi yang akan difasilitasi Kementerian HAM diharapkan dapat menghasilkan solusi yang adil dan berkelanjutan bagi para mantan pemain sirkus dan juga pihak-pihak terkait lainnya. Ke depannya, diharapkan kasus ini dapat menjadi pelajaran berharga dalam meningkatkan perlindungan terhadap hak-hak pekerja di industri hiburan.





