Atasi PHK: Mengelola Emosi, Terima & Bangkit Lebih Kuat

Redaksi

Atasi PHK: Mengelola Emosi, Terima & Bangkit Lebih Kuat
Sumber: Kompas.com

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) merupakan pengalaman traumatis yang dapat memicu beragam emosi negatif. Kecemasan, kesedihan, dan kemarahan kerap menyertai peristiwa ini. Jika tidak ditangani dengan baik, perasaan-perasaan tersebut dapat berkembang menjadi depresi jangka panjang.

Oleh karena itu, penting untuk memahami strategi efektif dalam mengelola emosi setelah PHK. Psikolog klinis dewasa Adelia Octavia Siswoyo, M.Psi. dari Jaga Batin, Bandung, menawarkan panduan dua tahapan untuk membantu individu melewati masa sulit ini.

Menerima Realita PHK: Tahap Awal Menuju Pemulihan

Langkah pertama yang krusial adalah penerimaan. PHK merupakan peristiwa yang tak terduga dan menyakitkan. Jangan mencoba menghindari atau menekan emosi yang muncul.

Rasakan sepenuhnya setiap emosi yang ada, baik itu kecemasan, kesedihan, kemarahan, atau kebingungan. Hindari sikap menutup diri dengan mengatakan “Aku baik-baik saja,” atau langsung terburu-buru mencari pekerjaan baru.

Luangkan waktu untuk memproses perasaan tersebut. Hal ini penting untuk mencegah memburuknya kondisi mental. Memberi ruang pada emosi adalah kunci menuju pemulihan.

Mengekspresikan Emosi Secara Sehat dan Produktif

Setelah menerima emosi yang muncul, langkah selanjutnya adalah mengekspresikannya dengan cara yang sehat. Ini berarti mencari cara untuk melepaskan emosi tanpa merugikan diri sendiri atau orang lain.

Cara mengekspresikan emosi beragam dan bergantung pada individu. Menangis, bercerita kepada orang terpercaya, atau bahkan menulis jurnal merupakan beberapa pilihan yang efektif.

Jika perasaan negatif masih membayangi, salurkan energi melalui aktivitas positif, misalnya berolahraga, melakukan hobi, atau menghabiskan waktu di alam.

Kapan Saatnya Beralih ke Strategi yang Lebih Positif?

Mengetahui kapan harus beralih ke metode yang lebih positif dalam mengekspresikan emosi juga penting. Jika Anda merasa menangis terus-menerus selama berhari-hari, itu bisa menjadi pertanda.

Secara fisik, kita akan merasakan kelelahan dan dampak negatif lainnya, seperti mata bengkak. Pada titik ini, pikiran logis akan mulai muncul dan mendorong kita untuk mencari cara lain dalam mengatasi emosi.

Membangun Ketahanan Mental Menuju Masa Depan yang Lebih Baik

Penerimaan dan ekspresi emosi yang tepat akan memberikan rasa lega dan memulihkan ketenangan. Setelah emosi tersalurkan, Anda dapat mulai berpikir lebih jernih dan logis.

Dengan kondisi mental yang lebih baik, Anda akan lebih siap untuk menghadapi tantangan berikutnya, yaitu mencari pekerjaan baru. Proses ini membutuhkan kesabaran dan ketahanan mental yang kuat.

Ingatlah bahwa PHK bukanlah akhir segalanya. Ini merupakan kesempatan untuk mengevaluasi diri, merencanakan langkah selanjutnya, dan membangun karir yang lebih sesuai dengan tujuan dan potensi Anda. Berfokus pada pengembangan diri dan peningkatan skill akan meningkatkan peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di masa depan. Jangan ragu untuk mencari dukungan dari keluarga, teman, atau profesional untuk membantu Anda melewati masa transisi ini.

Also Read

Tags

Leave a Comment