Pemutusan hubungan kerja (PHK) seringkali menimbulkan beragam emosi, dan kesedihan adalah salah satunya. Durasi kesedihan ini bervariasi, bergantung pada berbagai faktor individu. Memahami faktor-faktor ini penting bagi individu yang mengalaminya, serta bagi mereka yang ingin memberikan dukungan.
Banyak yang bertanya-tanya, berapa lama rasa sedih pasca-PHK akan berlangsung? Jawabannya tidak tunggal, karena sangat personal dan dipengaruhi oleh sejumlah faktor kompleks.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Durasi Kesedihan Pasca-PHK
Psikolog klinis dewasa Adelia Octavia Siswoyo, M.Psi., menjelaskan bahwa kondisi pribadi seseorang sangat berpengaruh pada lamanya rasa sedih pasca-PHK. Status kepala rumah tangga dengan tanggungan keluarga, misalnya, berpotensi memperpanjang masa kesedihan.
Sebaliknya, individu tanpa tanggungan keluarga mungkin lebih cepat pulih. Kemampuan mereka untuk segera fokus mencari solusi menjadi penentu utama. Prioritas untuk mencari nafkah seringkali menggeser fokus dari kesedihan ke pencarian solusi.
Tanggung jawab finansial berperan besar. Kecemasan tentang kebutuhan hidup sehari-hari dapat mengalihkan perhatian dari kesedihan itu sendiri. Prioritas utama menjadi pencarian pekerjaan baru dan sumber pendapatan alternatif.
Peran Kondisi Emosional dan Cara Mengelola Emosi
Kondisi emosional seseorang juga berperan penting. Individu yang mudah terbawa emosi (cengeng) cenderung mengalami kesedihan lebih lama dibandingkan mereka yang lebih tenang dan tidak mudah overthinking.
Kemampuan meregulasi emosi sangat krusial. Orang yang terbiasa mengekspresikan emosi mereka dengan sehat cenderung mengalami kesedihan lebih singkat. Sebaliknya, mereka yang kesulitan mengekspresikan emosi – misalnya, sulit menangis atau marah – mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk melewati fase kesedihan.
Persiapan mental sebelum menghadapi PHK juga berpengaruh. Mereka yang telah mempersiapkan diri, baik secara finansial maupun mental, cenderung lebih siap menghadapi situasi ini dan lebih cepat pulih secara emosional.
Strategi Mengatasi Kesedihan dan Bangkit Kembali
Mencari dukungan dari keluarga, teman, atau profesional sangat dianjurkan. Berbagi perasaan dan pengalaman dapat membantu meringankan beban emosional dan mempercepat proses penyembuhan.
Membangun jaringan profesional juga penting. Memperluas koneksi dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan pencarian kerja dapat meningkatkan kepercayaan diri dan peluang mendapatkan pekerjaan baru.
Menggunakan waktu untuk introspeksi dan pengembangan diri juga bermanfaat. Mengevaluasi pengalaman kerja sebelumnya dan meningkatkan keterampilan dapat meningkatkan daya saing di pasar kerja.
Menjaga kesehatan fisik dan mental juga vital. Olahraga, meditasi, dan istirahat cukup dapat membantu menjaga keseimbangan emosional dan meningkatkan ketahanan mental.
Terakhir, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika kesedihan berdampak negatif terhadap kehidupan sehari-hari. Terapis atau konselor dapat memberikan dukungan dan panduan untuk mengatasi emosi negatif dan membangun kembali kepercayaan diri.
Singkatnya, durasi kesedihan pasca-PHK bersifat individual. Namun dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhinya dan menerapkan strategi yang tepat, individu dapat melewati masa sulit ini dan bangkit kembali dengan lebih kuat. Dukungan dari lingkungan sekitar dan kemampuan diri dalam mengelola emosi menjadi kunci utama dalam proses pemulihan ini.





