Polda Sumatera Utara berhasil mengungkap jaringan peredaran gelap narkotika yang beroperasi di sebuah klub malam mewah di Pematang Siantar. Penggerebekan ini mengungkap fakta mengejutkan: indikasi kuat adanya sejumlah tempat hiburan malam lainnya di Pematang Siantar dan Medan yang turut terlibat dalam bisnis haram tersebut. Polisi kini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk membongkar jaringan ini lebih lanjut.
Penindakan tegas terhadap bisnis narkoba yang berkedok tempat hiburan malam ini menjadi prioritas utama Polda Sumut. Dirresnarkoba Polda Sumut, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, menegaskan komitmennya untuk memberantas jaringan tersebut hingga ke akarnya.
Penggerebekan di Klub Malam Pematang Siantar
Penggerebekan di klub malam yang berada di dalam sebuah hotel di Pematang Siantar menghasilkan penangkapan lima tersangka. Mereka semua terlibat dalam peredaran narkotika di tempat tersebut.
Para tersangka memiliki peran berbeda-beda dalam jaringan ini. Ada yang bertindak sebagai pengedar, manajer, penghubung, bandar, hingga operator rekening penampung hasil penjualan narkoba.
Jaringan Narkoba Terstruktur dan Terorganisir
Operasi narkoba di klub malam ini telah berjalan sejak tahun 2024. Modus operandi mereka terstruktur dan terorganisir, menunjukkan perencanaan yang matang dan sistematis.
Jaringan ini memiliki struktur manajemen yang jelas, mulai dari bandar hingga ke level pengedar lapangan. Hal ini menunjukkan tingkat profesionalisme yang tinggi dalam menjalankan bisnis haram tersebut.
Peran Masing-Masing Tersangka
- RS (38) berperan sebagai sekuriti sekaligus pengedar narkoba di klub malam tersebut.
- JS (36), manajer klub malam, sekaligus bertindak sebagai bandar utama.
- AT berperan sebagai penghubung pembelian ekstasi, dan ditangkap di Medan.
- GP, seorang teknisi di klub malam, merupakan otak dibalik jaringan ini dan juga bandar narkoba.
- RT, operator klub malam, bertanggung jawab atas pengelolaan rekening penampung uang hasil penjualan ekstasi.
Kelima tersangka ini bekerja sama secara sistematis untuk menjalankan bisnis narkoba mereka. Polisi akan terus mendalami kasus ini untuk mengungkap seluruh jaringan dan aktor yang terlibat.
Pemantauan dan Penindakan Tegas di Tempat Hiburan Malam
Polda Sumut tengah memantau beberapa tempat hiburan malam lain di Pematang Siantar dan Medan yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba. Bukti-bukti yang dikumpulkan akan menjadi dasar untuk melakukan penggerebekan selanjutnya.
Pihak kepolisian berjanji akan menindak tegas tempat hiburan malam yang terbukti terlibat dalam peredaran narkoba. Langkah tegas ini termasuk rekomendasi penutupan tempat usaha tersebut kepada pemerintah setempat.
Polda Sumatera Utara berkomitmen untuk membersihkan tempat hiburan malam dari praktik ilegal dan berbahaya ini. Upaya ini penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi masyarakat.
Tindakan tegas dan berkelanjutan diperlukan untuk memberantas peredaran narkoba, terutama yang melibatkan tempat hiburan malam. Kerjasama antara aparat kepolisian dan pemerintah daerah sangat krusial dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan membongkar jaringan ini, diharapkan dapat memutus mata rantai peredaran narkoba dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat Sumatera Utara.





