Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia menjadi tuan rumah IFSC Climbing World Cup. Ajang bergengsi ini akan diselenggarakan di Bali pada tahun 2025, menandai momen bersejarah bagi dunia panjat tebing Indonesia.
Kejuaraan dunia ini akan diikuti oleh 221 atlet dari 31 negara. Acara ini bukan hanya perhelatan olahraga semata, tetapi juga promosi pariwisata dan berdampak positif bagi ekonomi Bali.
IFSC Climbing World Cup Bali 2025: Momen Bersejarah bagi Indonesia
Wakil Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Irjen Herry Heryawan, menyatakan kebanggaannya atas terselenggaranya event internasional ini di Bali.
Ia menekankan bahwa acara ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga menunjukkan kemampuan Indonesia, khususnya Bali, sebagai tuan rumah kelas dunia.
Dampak Positif bagi Indonesia
Irjen Herry Heryawan, yang juga menjabat sebagai Kapolda Riau, optimistis IFSC Climbing World Cup di Bali akan memberikan dampak positif yang signifikan.
Dampak positif tersebut meliputi peningkatan eksposur internasional, menarik investasi, dan memperkuat ekosistem olahraga prestasi di Indonesia.
Kerja Sama dan Kolaborasi yang Solid
Herry Heryawan, yang juga Ketua Organizing Committee IFSC World Cup Bali 2025, menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Bali atas dukungan positif selama persiapan.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar sektor untuk mensukseskan penyelenggaraan event internasional ini.
Keberhasilan acara ini, menurutnya, tidak akan terwujud tanpa kerja sama yang solid dari berbagai pihak.
Herry mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung penuh terselenggaranya IFSC Climbing World Cup Bali 2025.
Partisipasi 221 atlet dari 31 negara dalam IFSC Climbing World Cup Bali 2025 menunjukkan skala dan reputasi internasional yang diraih Indonesia. Event ini menjadi bukti nyata komitmen Indonesia untuk memajukan dunia olahraga dan pariwisata.
Keberhasilan penyelenggaraan IFSC Climbing World Cup Bali 2025 akan berdampak luas, baik pada sektor pariwisata, ekonomi, dan tentunya meningkatkan prestasi olahraga panjat tebing Indonesia di kancah dunia.
Semoga suksesnya event ini dapat menginspirasi penyelenggaraan event olahraga internasional lainnya di Indonesia di masa mendatang.




