Universitas Diponegoro: Kasus Bullying PPDS, Kelulusan Dipercepat?

Redaksi

Universitas Diponegoro: Kasus Bullying PPDS, Kelulusan Dipercepat?
Sumber: Detik.com

Universitas Diponegoro (Undip) Semarang memberikan klarifikasi terkait beredarnya kabar bahwa ZYA, tersangka kasus bullying yang menyebabkan kematian seorang dokter, telah lulus dari Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi. Informasi ini beredar luas di media sosial, memicu beragam reaksi publik.

Klarifikasi Undip tersebut menanggapi isu percepatan kelulusan ZYA yang seharusnya baru lulus pada tahun 2026, namun dikabarkan telah lulus pada Agustus 2025. Bahkan, muncul informasi yang menyebutkan ZYA lulus meskipun masih menempuh semester lima.

Bantahan Undip Terhadap Isu Kelulusan ZYA

Direktur Direktorat Jejaring Media, Komunitas, dan Komunikasi Publik Undip, Nurul Hasfi, secara tegas membantah kabar tersebut. Ia menyatakan ZYA masih berstatus mahasiswa semester tujuh.

ZYA tercatat sebagai mahasiswa sejak awal tahun 2022, sehingga pada Mei 2025 telah memasuki semester tujuh. Program studi Anestesiologi dan Terapi Intensif di FK Undip dirancang untuk diselesaikan dalam delapan hingga dua belas semester.

Proses pendidikan tersebut memberikan fleksibilitas waktu hingga enam tahun jika ada kendala akademik. Undip menekankan tidak ada percepatan kelulusan bagi ZYA.

Status Kelulusan Ujian Komprehensif Nasional

Sebelumnya, muncul informasi bahwa ZYA terdaftar dalam kelulusan Ujian Komprehensif Nasional oleh Kolegium Anestesiologi dan Terapi Intensif (KATI). Namun, pihak KATI telah mencabut atau menangguhkan kelulusan tersebut.

Nurul menjelaskan bahwa kelulusan ujian komprehensif nasional tersebut merupakan salah satu syarat kelulusan, bukan penentu kelulusan utama dari PPDS Undip. ZYA belum memenuhi seluruh persyaratan administrasi kelulusan.

Oleh karena itu, meskipun tercantum dalam daftar kelulusan sementara, status kelulusan ZYA di Undip belum resmi. Undip menekankan pentingnya melengkapi seluruh persyaratan administrasi.

Langkah Undip dan Status Hukum ZYA

Undip telah mengirimkan surat kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terkait status akademik ZYA. Langkah ini dilakukan untuk memberikan informasi yang akurat dan transparan.

Terkait status hukumnya sebagai tersangka, ZYA mematuhi proses hukum yang berlaku. Ia menjalani kewajiban lapor ke Polda Jawa Tengah dua kali seminggu.

Undip, sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan kementerian, berkomitmen untuk mendukung proses hukum yang sedang berjalan. Pihak Undip pun terus memantau perkembangan kasus ini.

Kejelasan informasi dari Undip diharapkan dapat meredam isu-isu yang beredar dan memberikan gambaran yang lebih akurat terkait status akademik ZYA. Transparansi informasi menjadi kunci dalam menangani kasus ini dengan bijak.

Also Read

Tags

Leave a Comment