Debut Nyoman Ayu Carmenita, atau Carmen, di agensi K-Pop raksasa SM Entertainment telah menghebohkan dunia hiburan Korea Selatan. Kehadiran nama Indonesia ini di tengah dominasi nama-nama Korea seperti Kim, Lee, dan Park, menjadi sorotan dan kebanggaan tersendiri bagi Indonesia.
Perjalanan Carmen menuju debutnya bukanlah hal yang mudah. Ia telah melewati seleksi ketat dan persaingan sengit dengan ribuan calon trainee lainnya, menunjukkan dedikasi dan bakat luar biasa.
Audisi SM Entertainment: Seleksi Ketat Menuju Mimpi
SM Entertainment terkenal dengan proses audisinya yang sangat ketat dan kompetitif. Bahkan idol-idol ternama dari agensi ini pun mengakui sulitnya proses seleksi.
Haechan dari NCT, misalnya, mengungkapkan dirinya mengikuti audisi hingga tiga atau empat kali sebelum akhirnya diterima.
Pengalaman serupa dibagikan oleh Dita, anggota Secret Number yang juga berkewarganegaraan Indonesia. Ia pernah mengikuti audisi SM Entertainment, menjelaskan prosesnya yang panjang dan kompleks, namun sayangnya tidak berhasil lolos.
Perjuangan Keras Selama Masa Trainee
Setelah lolos audisi, masa trainee pun tak kalah menantang. Carmen sendiri menjalani masa trainee selama hampir tiga tahun.
Ia menceritakan bahwa persaingan di antara trainee sangat ketat, bahkan ada eliminasi di tahap ini. Dua teman sebangsanya bahkan harus mengundurkan diri.
Beberapa idol SM Entertainment lainnya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk debut. Leeteuk dan Eunhyuk (Super Junior), Yuri dan Hyoyeon (SNSD), Suho (EXO), Seulgi (Red Velvet), dan bahkan Johnny (NCT 127) menghabiskan waktu hingga enam sampai sembilan tahun untuk mencapai debut.
Latihan Ekstrem dan Standar Tinggi SM Entertainment
Kehidupan trainee di SM Entertainment sangat intensif dan menuntut dedikasi tinggi.
Para trainee muda sering menghabiskan waktu berlatih dari malam hingga pagi. Latihan vokal yang ekstrem juga menjadi hal biasa, seperti bernyanyi sambil berlari di atas treadmill (Yunho, TVXQ) atau berlari mengelilingi ruang latihan (Winter, Aespa).
SM Entertainment dikenal sebagai “Flower Garden” karena idol-idolnya yang berparas tampan dan cantik. Agensi ini memang memiliki standar visual yang tinggi, menuntut para trainee untuk memenuhi kriteria tersebut. Jinhwan IKON bahkan pernah mengungkapkan keinginannya untuk bergabung dengan SM Entertainment karena kualitas idol-idolnya yang luar biasa.
Para trainee tak hanya dilatih dalam hal vokal dan tari, tetapi juga mendapat berbagai kelas tambahan, seperti akting, bahasa, tari tradisional, olahraga, modelling, dan performance (Taeyong, NCT 127).
Pembelajaran Terintegrasi
- Bahasa asing untuk berkomunikasi dengan penggemar internasional.
- Tari tradisional untuk memperkaya kemampuan seni pertunjukan.
- Olahraga untuk menjaga kesehatan dan stamina.
- Modeling untuk meningkatkan kemampuan pose dan ekspresi di depan kamera.
- Kelas performance untuk meningkatkan keterampilan panggung.
Visual Carmen: Menggoda Standar Kecantikan Korea
Setelah debut, tantangan lain bagi idol K-Pop adalah mendapatkan hati para penggemar, terutama di Korea Selatan.
Carmen, dengan visualnya yang memikat, berhasil menarik perhatian netizen Korea. Wajahnya yang kecil, mata bulat, dan double eyelid—ciri yang langka di Korea—banyak dipuji.
Standar kecantikan di Korea Selatan memang terkenal ketat, bahkan untuk warga Korea sendiri. Banyak yang menilai standar tersebut cukup tinggi dan mengarah pada tren operasi plastik untuk mencapai standar tersebut.
Keberhasilan Carmen menjadi idol K-Pop pertama asal Indonesia di bawah naungan SM Entertainment merupakan pencapaian luar biasa. Ia telah membuktikan bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan bakat, seseorang bisa mencapai impiannya, bahkan di industri yang sangat kompetitif seperti K-Pop.
Dukungan dari penggemar di Indonesia sangat penting bagi perjalanan karier Carmen. Semoga ia dapat terus berkembang dan berkarya di dunia hiburan Korea Selatan.





