Maverick Vinales, pembalap tim Aprilia, menunjukkan sikap sportifitas yang patut diacungi jempol meski gagal finis di MotoGP Portugal 2024. Kejadian tersebut terjadi di lap terakhir saat gearbox motornya rusak, memaksanya terjatuh di tikungan pertama.
Meskipun kehilangan 20 poin dan posisi kedua yang sudah di genggamnya, Vinales menyatakan tidak terlalu mempersoalkan kegagalan tersebut. Ia justru melihatnya sebagai motivasi bagi tim Aprilia untuk meningkatkan performa motor di masa mendatang.
“Begini, saya beruntung karena merusak gearbox saat menuruni bukit, itu sial. Jadi, saya beruntung bisa mematahkannya di tikungan pertama,” ungkap Vinales dalam laman resmi MotoGP.
Ia menambahkan, “Ya, saya tersenyum. Tetapi pada saat yang sama, Anda tahu tentu saja saya ingin mendorong semua orang di Aprilia untuk meningkatkan kemampuan mereka. Itu adalah sesuatu yang benar-benar perlu kami tingkatkan.”
Performa Vinales di MotoGP Portugal
Ironisnya, sebelum insiden tersebut, Vinales menunjukkan performa luar biasa. Ia berhasil menjadi yang tercepat pada sesi free practice kedua (FP2) dan menjuarai sprint race pada hari Sabtu.
Prestasi gemilang di sesi latihan dan sprint race ini yang membuatnya mampu menghadapi kegagalan di balapan utama dengan lapang dada. Ia menganggap akhir pekan tersebut sebagai akhir pekan yang luar biasa.
“Dan setelah itu, kita perlu menyikapinya dengan positif. Ini adalah akhir pekan yang luar biasa,” kata Maverick Vinales.
Keberhasilan di sprint race dan kecepatannya di sesi latihan menjadi bukti potensi dan kemampuan Vinales yang sebenarnya. Kegagalan di balapan utama tidak sepenuhnya menghilangkan prestasi positif yang telah diraihnya.
Mentalitas Juara dan Pandangan ke Depan
“Saya tidak akan mengatakan kecewa, karena kami bisa mengatakan kami kehilangan banyak poin. Tapi secara mental, saya tahu saya ada di sana untuk berjuang demi balapan,” ujar pembalap berusia 29 tahun ini.
Vinales yakin dengan performa motornya yang optimal, ia mampu memenangkan balapan. Ia merasa telah melepaskan beban dari pundaknya karena sudah pernah merasakan kemenangan bersama Aprilia. Sikap mentalnya yang positif dan fokus ke depan patut di contoh.
“Jadi, saya pikir sebagian besar tim juga setuju bahwa dengan keseimbangan yang tepat pada motor saya, saya bisa memenangkan balapan,” tambahnya. “Dan saya katakan kemarin, saya melepaskan beban dari bahu saya. Saya sudah menang bersama Aprilia. Jadi, teruskan saja. Terus berlanjut,” sambungnya.
Antisipasi Seri Berikutnya di Austin
MotoGP selanjutnya akan berlangsung di Sirkuit Amerika, Austin, Amerika Serikat pada tanggal 12-14 April. Vinales mengaku sangat antusias menantikan seri ketiga MotoGP 2024 ini.
Austin merupakan sirkuit favoritnya, dan ia sangat ingin melihat seberapa cepat ia bisa melaju di sana. Semangatnya untuk bangkit dari kegagalan dan menunjukkan potensi terbaiknya sangat terlihat.
“Jadi kita akan melihat. Saya hanya penasaran untuk melihat seberapa cepat saya bisa melaju di Austin, yang merupakan trek yang menyenangkan bagi saya,” tutupnya.
Secara keseluruhan, kisah Maverick Vinales di MotoGP Portugal 2024 merupakan contoh bagaimana seorang atlet profesional menghadapi kegagalan dengan sikap sportif dan mentalitas juara yang kuat. Kemampuannya untuk tetap fokus pada tujuan dan memanfaatkan pengalaman sebagai pembelajaran menjadikannya contoh yang inspiratif.




