Jonathan Anderson: Era Baru Dior, Sejarah Fesyen Terukir

Redaksi

Industri mode dunia dikejutkan dengan pengumuman LVMH pada Senin, 2 Juni 2025. Jonathan Anderson, desainer jenius di balik kesuksesan Loewe, resmi ditunjuk sebagai Direktur Kreatif Dior untuk lini wanita, pria, dan couture. Ini merupakan sebuah langkah revolusioner, menandai pertama kalinya sejak Christian Dior sendiri, seorang desainer tunggal memegang kendali penuh atas seluruh lini rumah mode ikonik tersebut.

Keputusan berani ini diambil di tengah perlambatan ekonomi global dan dinamika industri mode yang semakin kompleks. Langkah ini sekaligus mematahkan konvensi lama LVMH yang selama ini memisahkan desain pria dan wanita di Dior sejak tahun 2001.

Jonathan Anderson: Sang Maestro di Balik Rekayasa Ulang Dior

Bernard Arnault, CEO LVMH, menyebut Anderson sebagai “salah satu talenta kreatif terbaik generasinya.” Pujiyan ini tentu beralasan, mengingat jejak karier Anderson yang gemilang.

Sejak bergabung dengan LVMH pada 2013 sebagai desainer Loewe, Anderson telah sukses membangkitkan rumah mode kulit asal Spanyol tersebut dari keterpurukan. Dalam lebih dari satu dekade, ia berhasil mengubah Loewe menjadi merek mewah yang paling banyak diperbincangkan, dengan pendapatan tahunan diperkirakan mencapai US$ 2 miliar.

Keberhasilannya tak lepas dari kemampuan Anderson dalam memadukan estetika teatrikal pada peragaan busana dengan produk-produk yang laris di pasaran. Desain-desainnya, mulai dari gaun dengan miniatur mobil hingga tas Puzzle yang ikonik, selalu menarik perhatian publik.

Popularitas Loewe di bawah arahan Anderson juga didukung oleh kolaborasi dengan sejumlah selebritas ternama seperti Daniel Craig, Greta Lee, Ayo Edebiri, dan Josh O’Connor. Puncaknya, Loewe menjadi sponsor utama Met Gala 2024, dengan Anna Wintour tampil memukau dalam balutan busana rancangan Anderson dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Suksesi Kreatif Dior: Sebuah Babak Baru yang Dinamis

Penunjukan Anderson sebagai Direktur Kreatif Dior mengakhiri spekulasi panjang yang bermula sejak September 2024. Kabar pengunduran diri Kim Jones dari posisi direktur artistik Dior Men pada Januari 2025 semakin memperkuat spekulasi tersebut.

Anderson sendiri telah ditunjuk untuk posisi Dior Men pada April 2025, namun pengumumannya baru dilakukan secara resmi di pertemuan pemegang saham LVMH tanpa seremoni. Sementara itu, Maria Grazia Chiuri, yang memimpin lini wanita Dior, mengundurkan diri beberapa hari setelah peragaan Dior Cruise di Roma.

Kini, Anderson akan bertanggung jawab atas sepuluh koleksi per tahun untuk merek dengan valuasi sekitar US$ 9 miliar (sekitar Rp 144 triliun). Tantangan besar ini tentunya membutuhkan fokus dan dedikasi tinggi. Bahkan, Anderson memutuskan untuk menangguhkan label pribadinya, JW Anderson, untuk sementara waktu.

Risiko dan Peluang di Balik Strategi LVMH

Keputusan LVMH untuk menunjuk satu desainer tunggal untuk memimpin seluruh lini Dior dianggap berisiko oleh sebagian pihak. Namun, analis industri mewah dari Bernstein, Luca Solca, melihatnya sebagai peluang untuk menyegarkan kembali merek.

Pergantian pimpinan kreatif memang seringkali menjadi momentum untuk perubahan besar. Anderson, dengan visi kreatifnya yang unik, diharapkan mampu membawa Dior ke arah baru yang lebih inovatif dan relevan dengan tren masa kini.

Debut koleksi Dior Men’s Spring/Summer 2026 oleh Anderson dijadwalkan pada bulan Juni mendatang, disusul koleksi wanita pada bulan Oktober. Semua mata tertuju pada Paris untuk menyaksikan transformasi Dior di bawah arahan sang maestro baru.

Apakah langkah LVMH ini akan menjadi paradigma baru dalam industri mode, atau hanya sebuah pengecualian sementara? Waktu yang akan menjawabnya. Namun, satu hal yang pasti, sebuah babak baru dan penuh harapan telah dimulai di rumah mode Dior.

Foto Apo Nattawin di acara pembukaan butik Dior di Jakarta awal Mei lalu, menjadi gambaran antusiasme publik terhadap masa depan Dior di bawah kepemimpinan Jonathan Anderson.

Also Read

Tags

Leave a Comment