Gaun ikonik bermotif koran yang dikenakan Carrie Bradshaw dalam serial “Sex and the City” kembali menjadi sorotan. Rancangan John Galliano untuk Dior ini, yang muncul dalam episode “What Goes Around Comes Around,” tidak hanya menjadi simbol gaya Carrie yang khas, tetapi juga memiliki sejarah yang penuh kontroversi dan menarik untuk ditelusuri.
Dari kontroversi peluncurannya hingga penjualan lelang yang memecahkan rekor, gaun ini telah melewati perjalanan panjang dan menarik. Kehadirannya kembali di musim terbaru “And Just Like That…” menunjukkan daya tahannya sebagai ikon fesyen yang abadi.
Kontroversi “Hobo Chic” Dior
Koleksi Dior Fall/Winter 2000 karya John Galliano, bertajuk “Fly Girl,” terinspirasi dari penampilan tunawisma di Paris. Galliano mengaku terinspirasi oleh pesta “Tramp Ball” era 1920-an dan 1930-an, di mana kaum borjuis menyamar sebagai tunawisma.
Salah satu desain menonjol dalam koleksi ini adalah gaun slip dress bermotif koran International Herald Tribune. Namun, interpretasi “hobo chic” ini memicu protes dan kecaman dari kritikus dan aktivis sosial di Prancis yang menganggapnya sebagai pelecehan terhadap tunawisma.
Unjuk rasa pun terjadi di depan kantor pusat Dior. Galliano kemudian mengeluarkan permintaan maaf resmi, menyatakan ia tak bermaksud menjadikan penderitaan sebagai tontonan. Meskipun demikian, kontroversi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah gaun tersebut.
Gaun Koran Dior di “Sex and the City” dan Selebriti Lainnya
Munculnya gaun ini di “Sex and the City” episode ke-17 musim ketiga (Oktober 2000) menjadikannya ikon fesyen. Carrie Bradshaw mengenakannya saat meminta maaf setelah dituduh sebagai pelakor.
Penampilan Carrie yang ikonik ini memadukan gaun tersebut dengan kalung nama emas, sepatu hak tinggi Manolo Blahnik, dan tas baguette Fendi. Gabungan yang membuat gaun kontroversial tersebut menjelma sebagai simbol wanita modern yang rumit, ceroboh, namun tetap memikat.
Popularitas gaun ini terus berlanjut. Baru-baru ini, aktris Jenna Ortega terlihat mengenakannya di premier film “Hurry Up Tomorrow,” menghidupkan kembali gaya Carrie dengan sentuhan modern.
Legaan dan Warisan Mode
Gaun bermotif koran Dior ini telah beberapa kali dilelang dengan harga fantastis. Pada Desember 2024, dua gaun serupa dilelang secara terpisah di London dan New York, terjual dengan harga jauh melampaui perkiraan.
Sotheby’s menyebut gaun tersebut sebagai karya John Galliano di puncak kariernya di Dior. Nilai historis dan ikoniknya, serta kontroversi yang melekat, menjadikannya barang koleksi yang sangat berharga.
Galliano kemudian mengadaptasi motif koran tersebut dalam berbagai koleksi lainnya, termasuk “Galliano Gazette” untuk labelnya sendiri. Namun, tak ada yang mampu menyamai daya tarik gaun “Sex and the City” yang orisinil.
Desain serupa juga muncul di beberapa koleksi desainer lain, menunjukkan pengaruh abadi dari gaun tersebut terhadap dunia mode. Tren mode era 2000-an yang sedang kembali semakin memperkuat popularitasnya.
Kemunculan kembali gaun ini di berbagai kesempatan, dari lelang hingga penampilan di karpet merah, menunjukkan daya tahannya sebagai ikon mode yang transendental. Sejarahnya yang penuh kontroversi justru menambah daya tarik dan nilai historis gaun tersebut. Dan tentu saja, kita berharap untuk melihatnya lagi di “And Just Like That…”




