Rumah mode Balenciaga baru saja meluncurkan koleksi Spring 2026. Koleksi ready-to-wear ini menjadi karya terakhir Demna Gvasalia sebagai direktur kreatif Balenciaga. Kehadiran kolaborasi tak terduga dengan Britney Spears semakin menambah daya tarik koleksi ini.
Pengumuman tersebut menandai akhir dari era Demna di Balenciaga setelah sepuluh tahun memimpin rumah mode tersebut. Koleksi ini pun menjadi perpisahan yang dramatis dan berkesan, dipenuhi dengan elemen-elemen unik dan mengejutkan.
Koleksi Perpisahan Demna: Sebuah Arsip Hidup
Koleksi Spring 2026 dirancang sebagai sebuah pernyataan penutup atas dekade perjalanan kreatif Demna di Balenciaga.
Bukan sekadar busana, koleksi ini merupakan arsip hidup yang memadukan potongan-potongan dari 35 koleksi sebelumnya.
Elemen-elemen baru dan pakaian pribadi Demna sendiri turut diintegrasikan dalam koleksi ini.
Demna menjelaskan dalam pernyataan tertulisnya bahwa koleksi ini merepresentasikan kode desain yang menjadi bagian dari visi kreatif dan risetnya di Balenciaga.
Identitas dan Arketipe dalam Busana
Siluet, volume, dan gestur berpakaian khas Demna terlihat jelas dalam koleksi ini.
Desain-desainnya menampilkan tailoring oversized, streetwear dekonstruktif, dan gaun-gaun berstruktur tajam namun tetap emosional.
Inspirasi koleksi ini juga bersumber dari studi antropologis tentang cara berpakaian kontemporer.
Demna meneliti bagaimana orang berpakaian, menampilkan diri, dan bagaimana garis batas antara kemewahan dan mode digambar ulang.
Ia menangkap esensi dari arketipe—arsitektur manusia—seperti para perokok jalanan Paris, anak muda Berlin, pekerja kantoran, hingga figur-figur klub malam yang eklektik.
Kolaborasi Britney Spears dan Sentuhan Nostalgia
Koleksi ini juga menampilkan kolaborasi spesial dengan Britney Spears, ikon pop legendaris.
Kolaborasi tersebut meliputi berbagai item seperti topi baseball bertabur studs bertuliskan “Britney”, muscle tee mini, kaus grafis, dan hoodie oversized.
Hampir semua produk dihiasi cetakan tanda tangan Spears dan gambar arsip dari fotografer terkenal Rankin dan Steven Klein.
Topi baseball bertabur studs misalnya, dibanderol dengan harga US$ 1.250 (sekitar Rp 20 juta).
Sementara kaus grafis dijual dengan harga sekitar Rp 17 juta.
Demna menghadirkan koleksi ini bersama duo fotografer Ari Versluis dan Ellie Uyttenbroek, pencipta seri Exactitudes.
Seri tersebut telah lama memengaruhi pemikiran Demna tentang identitas melalui busana.
Demna menggambarkan pengalaman mengerjakan koleksi ini sebagai “pulang ke rumah”.
Koleksi ini menjadi refleksi atas perjalanan kreatifnya dan hubungannya dengan tim kreatif serta para penggemar Balenciaga.
Ia menyebut koleksi ini sebagai surat cinta untuk mode, para penggemar karyanya, dan Balenciaga sebagai laboratorium eksperimentasi, cinta, dan kritik sosial.
Secara keseluruhan, koleksi Spring 2026 dari Balenciaga bukan hanya sekadar peragaan busana, tetapi juga sebuah refleksi mendalam tentang identitas, mode, dan cara kita mengekspresikan diri melalui pakaian. Koleksi ini menjadi warisan berharga dari masa kepemimpinan Demna di Balenciaga, sekaligus menandai babak baru yang penuh antisipasi bagi rumah mode tersebut.




