Atlet panjat tebing Indonesia, Kiromal Katibin, berhasil mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Ia meraih medali emas pada ajang IFSC Climbing World Cup Denver 2025 yang diselenggarakan di Amerika Serikat.
Kemenangan ini diraih berkat catatan waktu impresif Kiromal di babak kualifikasi, meski babak selanjutnya terpaksa dibatalkan karena cuaca buruk.
Kiromal Katibin Raih Emas di Piala Dunia Panjat Tebing Denver
Kiromal Katibin menorehkan prestasi gemilang di nomor speed putra IFSC Climbing World Cup Denver 2025. Ia mencatatkan waktu terbaik 4,83 detik di Lane A dan 4,91 detik di Lane B pada babak kualifikasi.
Kecepatan dan ketepatannya membuatnya unggul atas para pesaingnya.
Sayangnya, badai dan hujan deras yang melanda Denver memaksa panitia membatalkan babak semifinal dan final. Keamanan atlet menjadi prioritas utama.
Oleh karena itu, peringkat akhir ditentukan berdasarkan hasil babak kualifikasi.
Berkat catatan waktu terbaiknya di babak kualifikasi, Kiromal Katibin dinobatkan sebagai juara dan berhak atas medali emas.
Atlet asal Batang, Jawa Tengah ini mengalahkan atlet Amerika Serikat, Zach Hammer (perak) dan Samuel Watson (perunggu).
Performa Konsisten Kiromal Katibin
Medali emas di Denver ini melanjutkan tren positif Kiromal. Sebelumnya, ia telah meraih dua medali perunggu di seri Wujiang dan Bali pada Mei 2025.
Prestasi konsisten ini membuktikan kualitas dan kemampuannya di dunia panjat tebing.
Kiromal Katibin semakin memperkuat posisinya sebagai atlet speed papan atas dunia.
Ia juga mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Apresiasi dari Pengurus FPTI
Manajer Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia, Ical Umarella, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian Kiromal.
Ia menekankan konsistensi dan fokus sebagai kunci keberhasilan Kiromal.
Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, juga menyampaikan apresiasinya.
Yenny Wahid menyatakan bahwa prestasi Kiromal merupakan kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Selain Kiromal, Indonesia juga diwakili oleh Alfian M. Fajri. Sayangnya, Alfian harus terhenti di babak kualifikasi.
Meskipun demikian, dukungan penuh tetap diberikan kepada Alfian dan seluruh atlet Indonesia.
FPTI berkomitmen untuk terus membina atlet muda dan meningkatkan prestasi panjat tebing Indonesia, khususnya dalam persiapan menuju Olimpiade 2028.
Keberhasilan Kiromal menjadi motivasi bagi atlet lain untuk terus berjuang dan mengharumkan nama Indonesia.
Kemenangan Kiromal Katibin bukan hanya sekadar medali emas, tetapi juga bukti nyata dedikasi, kerja keras, dan potensi luar biasa atlet Indonesia di kancah internasional. Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda Indonesia untuk berprestasi di bidang olahraga.





