Pebalap muda Indonesia, Qarrar Firhand Ali, kembali menorehkan prestasi di ajang balap internasional Champions of The Future. Setelah melewati putaran pertama dan kedua, Qarrar menunjukkan peningkatan signifikan pada putaran ketiga yang berlangsung di Sirkuit Internasional Viterbo, Italia.
Tampil di kategori senior, Qarrar beradu kecepatan dengan 173 pembalap dari 11 negara. Kompetisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Qarrar, mengingat perbedaan signifikan antara kelas junior dan senior.
Performa Qarrar di Viterbo
Pada sesi kualifikasi putaran ketiga, Qarrar berhasil mencatatkan waktu tercepat ke-9 di grupnya, menempati posisi ke-26 dari total 81 peserta kategori senior. Ini merupakan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan penampilannya di putaran sebelumnya.
Konsistensi Qarrar terlihat sepanjang babak penyisihan. Ia beberapa kali berada di posisi 13 besar, bahkan sempat mencapai posisi ke-6 pada heat keempat.
Kendati mengalami kendala teknis (DNF) di Super Heat 1, memaksanya start dari posisi ke-35 di babak final, Qarrar mampu menunjukkan semangat juang tinggi. Ia berhasil finis di posisi ke-21.
Tantangan dan Adaptasi di Kelas Senior
Manajer Qarrar, Jimmy Akbar, mengungkapkan bahwa hasil di Viterbo menunjukkan progres positif adaptasi Qarrar di kelas senior. Tantangan di kelas ini tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga strategi, manajemen ban, dan stamina.
Qarrar sendiri mengakui bahwa setiap balapan memberikan pelajaran berharga. Ia belajar banyak di Viterbo, termasuk mengatasi kendala teknis dan tetap kompetitif hingga akhir balapan.
Persaingan di kelas senior yang sangat ketat menjadi tantangan utama. Qarrar berkomitmen untuk terus berlatih dan beradaptasi agar bisa bersaing di barisan terdepan.
Target ke Depan dan Harapan Qarrar
Setelah balapan di Viterbo, Qarrar akan kembali berlaga di ajang FIA European Championship di sirkuit yang sama pada 5-8 Juni. Ia berharap dapat meningkatkan performanya.
Qarrar juga mengajak masyarakat Indonesia untuk mendoakannya agar dapat meraih prestasi terbaik di kelas senior. Ia menyadari bahwa dukungan dari penggemar otomotif Tanah Air sangat berarti baginya.
Keberhasilan Qarrar di Viterbo menjadi bukti kerja keras dan dedikasinya dalam dunia balap. Dengan pengalaman dan pelajaran yang didapat, diharapkan Qarrar dapat terus meningkatkan prestasinya di masa mendatang dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Ketekunan dan semangat pantang menyerah Qarrar menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia yang bercita-cita di bidang olahraga otomotif. Semoga kesuksesan terus mengiringi langkahnya.





