Ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi (Ana/Tiwi), harus mengakhiri perjuangannya di perempat final Indonesia Open 2025. Mereka takluk dari pasangan unggulan ketiga asal Korea Selatan, Baek Ha-na/Lee So-hee, dalam pertandingan menegangkan yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta.
Kekalahan ini menandai berakhirnya kiprah wakil Indonesia di sektor ganda putri pada turnamen bergengsi tersebut. Meskipun sempat unggul di gim pertama, Ana/Tiwi akhirnya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 21-18, 16-21, 7-21.
Perlawanan Tangguh Ana/Tiwi di Gim Pertama
Ana/Tiwi mengawali pertandingan dengan percaya diri. Mereka berhasil mengamankan gim pertama dengan skor 21-18. Keunggulan mereka terlihat sejak awal gim, meskipun sempat terjadi persaingan ketat di awal laga.
Permainan Ana/Tiwi terlihat solid dan mampu menekan Baek/Lee. Mereka berhasil menjaga momentum hingga akhirnya mengamankan kemenangan di gim pertama.
Perubahan Momentum dan Dominasi Baek/Lee
Gim kedua berlangsung lebih ketat. Kedua pasangan saling berbalas poin hingga skor imbang 6-6. Namun, Baek/Lee mampu meningkatkan performa dan unggul saat interval dengan skor 11-8.
Unggulan ketiga asal Korea Selatan ini kemudian semakin mendominasi. Mereka akhirnya memenangkan gim kedua dengan skor 21-16, memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
Kekalahan di Gim Ketiga dan Akhir Perjuangan
Pada gim ketiga, Ana/Tiwi langsung mendapat tekanan besar dari Baek/Lee. Pasangan Korea Selatan ini unggul jauh saat interval, dengan skor 11-4.
Ana/Tiwi kesulitan membalikkan keadaan. Mereka tampak kehilangan momentum dan akhirnya menyerah dengan skor telak 7-21. Dengan demikian, harapan Indonesia untuk meraih gelar di ganda putri pun pupus.
Meskipun gagal melaju ke semifinal, Ana/Tiwi telah menunjukkan perlawanan yang cukup tangguh. Mereka memberikan perlawanan sengit, terutama di gim pertama.
Harapan Tertuju pada Ganda Putra
Dengan tersingkirnya Ana/Tiwi, Indonesia kini hanya memiliki dua wakil di sektor ganda putra yang masih berjuang di Indonesia Open 2025.
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto akan menghadapi pasangan China, Huang Di/Liu Ya, sedangkan Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani akan berhadapan dengan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin dari Malaysia.
Semoga kedua pasangan ganda putra Indonesia ini mampu memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Keberhasilan Ana/Tiwi di gim pertama menjadi bukti kualitas dan potensi mereka. Semoga pengalaman ini dapat menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan performa di masa mendatang.





