Timnas Jepang, konsisten sebagai peserta Piala Dunia dan diperkuat pemain-pemain top Eropa, mendominasi sepak bola Asia. Prestasi konsisten ini membuat mereka dijuluki ‘Raja Asia’.
Namun, dominasi Jepang ini terlihat jelas saat melawan tim-tim Asia Tenggara. Kekalahan telak Timnas Indonesia 0-6 baru-baru ini menjadi bukti nyata perbedaan kualitas.
Hasil Indonesia Lawan Jepang: Sebuah Cerminan Kesenjangan
Indonesia dan Jepang telah bertemu tiga kali dalam dua tahun terakhir. Hasilnya? Tiga kekalahan telak bagi Indonesia.
Di Piala Asia 2023, Indonesia kalah 1-3. Meski kalah, Indonesia mampu mencetak satu gol berkat Sandy Walsh.
Kemudian, di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia takluk 0-4 di kandang sendiri dan 0-6 di kandang Jepang. Kekalahan ini menunjukkan perbedaan signifikan kualitas kedua tim.
Vietnam vs Jepang: Perlawanan Gigih, Namun Terbatas
Vietnam, berbeda dengan Indonesia, pernah mencatatkan hasil mengejutkan melawan Jepang.
Di Kualifikasi Piala Dunia 2022, Vietnam menahan imbang Jepang 1-1 di Saitama Stadium. Hasil ini patut diapresiasi mengingat Jepang menurunkan kekuatan penuh.
Namun, di Piala Asia 2023, Vietnam kembali takluk dari Jepang dengan skor 2-4. Meskipun sempat unggul 2-1, Jepang akhirnya menunjukkan kelasnya.
Malaysia dan Thailand: Kisah Dua Era yang Berbeda
Malaysia dan Jepang terakhir bertemu di laga uji coba Februari 2004. Jepang menang telak 4-0.
Namun, sejarah mencatat, Malaysia pernah menang 2-1 atas Jepang di Piala Merdeka 1986. Saat itu, Jepang belum menjadi kekuatan besar di Asia.
Sementara Thailand, yang pernah dijuluki raja ASEAN, juga mengalami kekalahan telak 0-5 dari Jepang di laga uji coba Januari 2024. Meskipun imbang 0-0 di babak pertama, Jepang mendominasi di babak kedua.
Secara keseluruhan, pertandingan-pertandingan ini menunjukkan dominasi Jepang di Asia Tenggara. Meskipun beberapa negara ASEAN mampu memberikan perlawanan, perbedaan kualitas dan pengalaman masih sangat signifikan. Perlu strategi dan pengembangan yang lebih terstruktur agar negara-negara ASEAN dapat menyaingi kekuatan Jepang di masa depan. Keberhasilan Vietnam menahan imbang Jepang menjadi contoh bahwa dengan strategi dan kerja keras yang tepat, kesenjangan ini dapat diperkecil.





