223 Siswa Keracunan MBG: SPPG Bogor Evaluasi Layanan

Redaksi

223 Siswa Keracunan MBG: SPPG Bogor Evaluasi Layanan
Sumber: Detik.com

Keracunan massal yang menimpa 223 siswa di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanah Sereal Sukadamai, Kota Bogor, akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memicu evaluasi menyeluruh. Yayasan Bina Insani, mitra pelaksana program MBG, bergerak cepat melakukan berbagai perbaikan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bogor per 15 Mei 2025, dampak keracunan yang terjadi antara tanggal 7-14 Mei 2025 meliputi 45 siswa rawat inap, 49 siswa rawat jalan, dan 129 siswa dengan keluhan ringan. Yayasan Bina Insani menyatakan bersyukur tidak ada penambahan kasus baru.

Langkah Perbaikan Yayasan Bina Insani Pasca Keracunan MBG

Ketua Yayasan Bina Insani, Asrul Hidayat, menjelaskan koordinasi intensif terus dilakukan dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Pemerintah Kota Bogor. Hasil pemeriksaan laboratorium di Labkesda Bogor menemukan bakteri *E. coli* dan *Salmonella* dalam sampel telur dan tumis toge jagung.

Temuan ini mendorong evaluasi menyeluruh terhadap rantai pasok bahan baku dan proses produksi di SPPG Tanah Sereal Sukadamai. Tidak menutup kemungkinan, seluruh pemasok bahan makanan akan diganti untuk memastikan keamanan pangan.

Evaluasi dan Perbaikan Rantai Pasok serta Proses Produksi

Yayasan Bina Insani berkomitmen memperbaiki seluruh aspek operasional SPPG. Prioritas utama adalah memastikan keamanan pangan dan kualitas layanan MBG tetap terjaga.

Langkah-langkah perbaikan yang dilakukan meliputi pembenahan lokasi SPPG sesuai standar Food Safety dengan pendampingan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pelatihan bagi pekerja SPPG juga akan ditingkatkan untuk memperkuat kompetensi dan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Peningkatan Pengawasan dan Edukasi Kesehatan

Pengawasan ketat akan diterapkan pada seluruh tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku hingga pengolahan limbah. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kontaminasi dan menjaga kebersihan.

Selain itu, kampanye edukasi kesehatan akan dilakukan melalui pemasangan alat peraga di SPPG dan sekolah penerima manfaat MBG. Edukasi ini penting untuk meningkatkan kesadaran akan kebersihan dan kesehatan pangan.

Komitmen Terus Berjalannya Program MBG

Asrul Hidayat menegaskan komitmen Yayasan Bina Insani agar program MBG tetap berjalan. Evaluasi berkala akan terus dilakukan untuk memastikan kualitas layanan dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Dengan berbagai perbaikan yang dilakukan, diharapkan program MBG dapat kembali berjalan optimal dan aman bagi para siswa penerima manfaat. Transparansi dan kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan upaya ini.

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak terkait dalam pengelolaan program MBG. Pentingnya penerapan standar keamanan pangan yang ketat dan pengawasan yang optimal tidak bisa diabaikan. Semoga langkah-langkah perbaikan yang dilakukan Yayasan Bina Insani dapat mencegah terulangnya insiden serupa dan memastikan kesehatan siswa tetap terjaga.

Also Read

Tags

Leave a Comment